Posted in Oneshot, Romance

TRAPPED


Length: Oneshot

Genre: School, Romance

By: Gaem Sin

 

Aku ingin melupakanmu (aku ingin melupakanmu)
Aku ingin terbang jauh (aku ingin terbang jauh)
Aku ingin membiarkan kau pergi (Aku ingin membiarkan kau pergi)
Aku ingin bebas (aku ingin bebas)

Henry Lau – Trapped (ft Kyuhyun)

 

Itu adalah kejadian ketika sekolah sedang mengadakan sebuah party untuk merayakan kelulusan anak-anak kelas 3. Seluruh siswa, tidak terkecuali, kebetulan datang sejak sore hari untuk meramaikan acara yang digelar oleh panitia organisasi di sekolah tersebut.

Acara inti dimulai pukul 7 malam. Jadi, yang mereka lakukan sejak sore itu adalah membantu para panitia dalam mempersiapkan beberapa hal yang perlu secepatnya diselesaikan. Serta, beberapa anak lainnya sedang berlatih untuk memberikan pertunjukan mereka di atas panggung yang telah disediakan. Ada juga beberapa di antaranya yang tengah asyik mengobrol membicarakan perihal apa yang akan mereka lakukan usai kelulusan ini. Melanjutkan studi atau langsung bekerja.

Mereka semua tetap mengikuti peraturan di sekolah itu, yaitu mengenakan seragam sekolah kebanggan mereka. Jadi, setiap siswa yang ada di sana pasti mengenakan seragam kebanggan mereka kecuali para panitia yang memang memadu-padankan seragam mereka dengan jas organisasi berwarna biru gelap berlogo sekolah mereka dengan garis putih di bagian leher serta sisi kanan dan kiri kancingnya.

Laki-laki dengan wajah dingin yang notabenenya merupakan maskot pria terkeren dan tertampan di sekolah ini menjadi salah satu di antaranya. Ia tengah sibuk mengatur penataan dekorasi tempat yang akan digunakan untuk para penonton nantinya. Maksudnya, dia yang menyuruh ini dan itu sedangkan yang lain yang mengerjakannya.

Di lain sisi para siswi sedang asyik menyusun karangan bunga yang cantik untuk ditempatkan di setiap sudut area tersebut. Shin Min Yoo, menjadi salah satu gadis yang berada di gerombolan tersebut. Sampai kemudian, disaat dia sedang sibuk menyusun karangan bunga terakhirnya, seseorang datang dan memberikan sebuah surat untuknya lalu pergi begitu saja.

Ia pun meminta salah satu temannya untuk mengambil alih karangan bunga yang ia kerjakan dan mulai membaca pesan di dalamnya.

Jam 6 sore, di atap gedung sekolah.

Selesai membaca pesan tersebut, ia melirik ke segala arah untuk mencari seseorang yang barusan memberikan surat tersebut padanya. Tapi nihil dan ia lupa bagaimana wajah orang tersebut.

Sekarang sudah jam lima lewat tiga puluh menit tapi dia memutuskan untuk memasukkan surat tersebut ke dalam sakunya dan beranjak untuk mengerjakan pekerjaan yang lain. Ia beralih menempatkan karangan bunga yang sudah selesai ke setiap sudut area bersama siswi yang lain.

Setelah kegiatan itu seluruhnya selesai. Salah satu panitia menghampirinya dengan membawa beberapa kotak yang kalau tidak salah berisi kembang api itu padanya lalu menyuruh dirinya untuk membawa kotak-kotak tersebut ke atap gedung sekolah.

Ia pun menyanggupinya dan mengajak seorang teman untuk ikut membantunya. Sampai di atap gedung, di sana sudah ada beberapa panitia yang tengah menunggu kotak-kotak tersebut, termasuk sang ketua panitia. Cho Kyuhyun. Min Yoo dan temannya lantas memberikan kotak-kotak tersebut yang kemudian langsung diterima oleh salah satu panitia acara.

Itu adalah kembang api otomatis terbaru keluaran perusahaan ternama di korea ini yang sistemnya hampir sama seperti bom waktu. Jadi, yang perlu dilakukan hanya memberikan jeda waktu sampai kapan kembang api tersebut akan menyala secara otomatis.

Setelah itu, Min Yoo menyuruh temannya untuk pergi terlebih dulu dan mengatakan ia akan menyusul setelah mengurus sesuatu terlebih dahulu. Ia melihat sebentar bagaimana pengaturan kembang api tersebut, dan ia cukup kagum dengan hal itu. Sampai beberapa saat kemudian, ia pun memutuskan untuk menanyakan jam berapa saat ini kepada salah satu panitia yang ada di sana. Setelah mendapatkan jawaban, ia berterima kasih dan kemudian beranjak pergi.

Ia berjalan menuju sisi atap, mencari seseorang yang mungkin tengah menunggunya saat ini. Sesuai isi pesan tersebut, Min Yoo benar-benar memutuskan untuk tetap di atap sampai jam 6. Langit sudah benar-benar gelap, dan penglihatannya tidak bisa lagi melihat sekitarnya dengan jelas. Untung saja ada satu lampu besar yang dipasang di tengah atap, jadi keadaan di sana tidak benar-benar gelap.

Waktu sudah berlalu cukup lama sepertinya dan ia tidak tahu jam berapa sekarang ini, namun orang yang memberikan pesan tersebut tak kunjung datang menemuinya. Sebenarnya siapa yang memberikan pesan tersebut? Bodohnya dia kenapa juga masih di tempat ini? Toh orang tersebut tidak datang.

Suara keseruan acara di sekolah sampai terdengar di telinganya. Itu artinya acara sudah dimulai, kan? Kenapa ia masih di sini? Ia pun memutuskan untuk pergi dan bergabung merayakan pesta kelulusan yang pastinya akan seru. Namun, langkah kakinya terhenti ketika ia mendapati sang ketua panitia terlihat berada cukup dekat dari pandangan matanya.

 

“Apa kau yang memberiku pesan ini?” ucap Kyuhyun sambil mengangkat sebuah surat yang ada di tangannya.

Min Yoo terkejut.

 

“Eh? Tidak, bukan aku. Aku juga mendapatkan pesan ini.” Balasnya kemudian mengambil surat yang ada di sakunya dan menunjukkan benda tersebut ke arah sang ketua.

 

“Apa mungkin… kita sedang dikerjai?” lirik gadis itu.

 

Tidak ada jawaban karena pria tersebut justru berjalan ke sisi gedung dan meninggalkannya di sana. Sampai beberapa saat kemudian, ia ingat kalau ia hendak masuk ke dalam gedung sekolah. Dari sana ia pun bersiap untuk berjalan mendekati pintu masuk, namun ucapan Kyuhyun yang ada di belakangnya justru membuat dirinya merasa kesal.

 

Apa yang akan kau lakukan?

Apa kau lupa jika pintu itu akan terkunci secara otomatis setelah jam 6 sore?

 

 

Ia belum sadar maksud dari kalimat ‘pintu akan terkunci secara otomatis setelah jam 6 sore’, sampai beberapa detik kemudian…

 

Apa?

 

Ia hening sesaat. Ia lupa kalau pintu menuju atap gedung sekolah akan terkunci secara otomatis pada jam 6 sore dan terbuka lagi setelah jam 6 pagi. Tunggu… Jadi maksudnya, ia akan terus berada di atap gedung ini sampai besok pagi? Yang benar saja!

Ia mendesah sedih.

 

“Bagaimana dengan pestanya?”

Kyuhyun menyahut dengan cepat, “Lupakan dengan pestanya. Apa kau membawa ponselmu?”

 

Ponsel?

 

Min Yoo, apa kau ingat di mana ponselmu sekarang? Setelah mendengar kata ‘ponsel’, ia pun merogoh setiap saku yang ia punya, entah itu baju ataupun rok tapi nihil.

 

“Aahh~ aku tidak membawanya…”

“Bagaimana ini?” Risaunya. Lalu berjalan menghampiri pintu dan mencoba membuka yang hasilnya tentu saja gagal. Ia tertawa aneh sambil bergumam, “Ada apa dengan pintu ini…

Ia pun duduk bersandar di pintu karena merasa perasaannya campur aduk, sedih, kesal, marah dan ingin rasanya menangis. Tapi tidak bisa, ia malu dengan Kyuhyun. Yang ia lakukan selanjutnya hanya duduk termenung sambil beberapa kali menghela nafas pasrah. Seharusnya ini menjadi hari yang mengesankan, kenapa jadi seperti ini?

Malam semakin larut, dan angin yang berhembus pun terasa semakin dingin hingga rasanya seperti menusuk pori-pori kulitnya. Ditambah dia berada di atas gedung dengan seragam yang roknya saja hampir tidak menutupi lututnya.

Ia menengok ke arah keberadaan Kyuhyun beberapa saat lalu hingga menyadari langkah kaki Kyuhyun yang berjalan ke arahnya. Tidak, lebih tepatnya ke arah sisi lain dari tempat duduknya saat ini. Kyuhyun ikut duduk juga di sebelahnya, maksudku beberapa meter dari tempat Min Yoo saat ini.

 

Sampai beberapa saat kemudian…

“Kemarilah.” Ucap Kyuhyun tanpa menoleh.

 

Min Yoo menoleh untuk memperhatikan Kyuhyun sejenak dan kemudian memutuskan untuk berdiri dan berjalan mendekati Kyuhyun. Ia duduk bersebelahan dengan Kyuhyun setelah itu. Dinginnya malam itu membuat rasa canggungnya terhadap Kyuhyun seperti menghilang begitu saja. Jadi, ia pun merasa nyaman mendudukkan dirinya di sebelah Kyuhyun.

Langit semakin gelap, dan angin yang berhembus pun terasa semakin kencang. Keseruan pesta pun sudah tak terdengar lagi sejak beberapa saat lalu. Dan ia menggigil sekarang. Kyuhyun menengok sejenak ke arah Min Yoo yang duduk di sebelahnya dan bak kekasih yang sangat perhatian pada pasangannya… pria itu pun berinisiatif untuk melepaskan jas panitianya lalu menyelimuti kaki Min Yoo dengan jas tersebut.

Gadis itu terkejut namun ia memutuskan untuk membiarkannya saja, karena sesungguhnya itu cukup membantunya yang saat ini sedang kedinginan. Sampai beberapa saat kemudian, ia kembali dikejutkan dengan kegiatan Kyuhyun yang membawa tubuhnya ke dalam dekapan pria itu.

Astaga! Kyuhyun memeluknya!

“Kyuhyun, apa yang kau lakukan?” Min Yoo memekik pelan karena terkejut.

“Membantumu.” Balas pria itu singkat.

 

Sampai kemudian kehangatan yang berasal dari dekapan Kyuhyun perlahan menjalar ke seluruh tubuhnya. Rasa dingin yang beberapa saat lalu hampir saja membunuhnya kini berganti dengan rasa hangat yang disertai dengan degup jantungnya yang mulai berpacu.

Malam yang dingin tapi terasa hangat itu rasanya menjadi malam yang panjang bagi keduanya. Baik Min Yoo maupun Kyuhyun, keduanya hanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Min Yoo yang beberapa kali bergerak untuk mencari posisi yang nyaman dan Kyuhyun yang hanya mengikuti gerakan gadis itu untuk menyesuaikan.

 

“Kau tidak mengantuk?” Ucap Min Yoo.

 

Tidak ada balasan.

“Kau tidur?” ucapnya sekali lagi.

 

Tidak ada balasan lagi.

 

Karena tidak mendapatkan respon sebanyak dua kali berturut-turut, Min Yoo pun mengangkat wajahnya untuk sekedar melihat wajah Kyuhyun. Namun, hal berikutnya yang ia saksikan justru membuatnya benar-benar terkejut.

Demi Tuhan… Kyuhyun tidak tidur! Ia membuka matanya dengan sangat baik. Dan pria itu melihat ke arahnya dengan pandangan yang sulit ia artikan!

“Ah! Ternyata belum.” Ucapnya untuk menghilangkan rasa malu dan terkejutnya dan buru-buru menunduk untuk menyembunyikan wajahnya dari rasa malu itu. Namun, tangan kanan Kyuhyun bergerak lebih dulu dan menghentikannya.

“Ada apa?” gumamnya merasa bingung, malu, dan terkejut yang disertai dengan degupan jantungnya yang semakin menjadi-jadi. Pelan namun pasti, wajah Kyuhyun semakin mendekat dan detik berikutnya bibir Kyuhyun yang tebal itu menangkap bibirnya.

Astaga… apa ini?

Jangan bilang sekarang ini ia sedang dicium oleh seorang maskot pria terkeren dan tertampan di sekolah yang juga merupakan laki-laki yang menjadi idaman hampir seluruh siswi di sekolah?!

 

Gila! Ini akan menjadi gosip yang panas kalau sampai menyebar di sekolah.

Min Yoo terkejut tapi ia terhanyut dalam ciuman Kyuhyun yang hangat itu dan ya Tuhan… ia tidak bisa menghentikannya!

Kyuhyun yang merasa ciuman tersebut diterima dengan sukarela oleh sang penerima, akhirnya memutuskan untuk memperdalam ciuman tersebut. Keduanya hanyut ke dalam ciuman yang hangat dan mesra malam itu sampai beberapa saat lamanya. Hingga ketika nafas keduanya mulai menipis dan barulah keduanya mengakhirinya.

Setelah ciuman itu berakhir, Min Yoo terdiam dengan sisa-sisa ciuman Kyuhyun yang masih terasa begitu mendebarkan untuknya. Terlebih, ini merupakan ciuman pertamanya dan orang yang melakukan itu adalah Kyuhyun. Jadi, apakah setelah ini ia akan mendapatkan sebuah penghargaan atau yang sejenisnya?

Min Yoo yang tersadar dari lamunan singkatnya itu, akhirnya menjauhkan diri. Ia mendadak merasa canggung dan bingung. Kyuhyun pun juga tidak mengatakan apa-apa setelahnya. Sampai akhirnya, keduanya menghabiskan sisa malam itu dengan diam yang diselimuti rasa canggung luar biasa.

Hingga keesokan hari, tepatnya saat pintu terbuka di jam 6 pagi, Min Yoo bangun lebih dulu dan bergegas untuk pergi. Dan setelah kejadian itu, keduanya tidak dipertemukan lagi bahkan saat wisuda kelulusan sekalipun. Semuanya kembali seperti keadaan semula.

Min Yoo yang meneruskan studi nya dan Kyuhyun pun demikian. Hingga ketika semester berikutnya di Universitas yang sama, Kyuhyun dan Min Yoo secara tidak sengaja berpapasan di lorong gedung Seoul Universitas, tempat keduanya melanjutkan studi mereka. Jadi, ternyata mereka sama-sama melanjutkan studi di Universitas yang sama? Dan akhirnya dipertemukan lagi ketika semester ketiga?

Pandangan mata keduanya bertemu selama beberapa detik hingga akhirnya ucapan manja seorang wanita yang sedang mengaitkan tangannya pada lengan Kyuhyun menyadarkan keduanya.

“Sayang, apa yang sedang kau lakukan? Ayo masuk, kita akan terlambat.”

Ahh… jadi Kyuhyun sudah memiliki kekasih sekarang dan kejadian waktu itu, tepatnya satu setengah tahun yang lalu itu hanyalah sebuah kecelakaan kecil yang tak sengaja dilakukan. Mereka pun akhirnya melanjutkan langkah masing-masing, seolah-olah hanya dua orang asing yang tidak pernah saling mengenal saling berpapasan.

Memang seperti itu kan seharusnya? Apa yang kau harapkan dari hal-hal di masa lalu yang tidak berarti dan menjebakmu untuk terus berada di dalamnya? Jadi, mulai dari sekarang lupakan semua itu dan hiduplah dengan benar. Bebaslah dari jebakan masa lalu yang selalu menghasutmu untuk maju menjadi yang lebih baik di masa depan.

 

_END_

 

 

Advertisements

8 thoughts on “TRAPPED

  1. Baru ketemu sama blog ini dan ini ff pertama yang aku baca diblog ini eh malah dibuat jatuh cinta sama gaya penulisannya. Sepertinya aku juga butuh sequel wkwk

    Liked by 1 person

  2. Kira” kyuhyun msh mikirin kejadian itu ga ya? Mau tau dr sudut pandang kyuhyun kaya apa?
    Trus knpa kyuhyun sampe cium min yoo? Karna kyu cinta apa cuma karna keadaan yg mendukung. Butuh sequel!!!

    Liked by 1 person

    1. Sequelnya mau yang kayak gimana? Hihi, mudah-mudahan bisa publish secepatnya. Aku posting FF baru lagi dengan genre yang sama, baca ya 🙂

      Like

Tinggalkan Balasan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s