Posted in Chapter, Romance, School

WAS YOU [Part 1]


Length: Short Chaptered

Genre: School, Romance

By: Gaemsin

 

Aku berharap, aku memiliki sosok teman semasa kecil…

Aku memimpikan memiliki teman semasa kecil…

Teman yang benar-benar dekat dan mengerti akan diriku

Tapi,

Aku tak pernah memilikinya

Aku tak akan pernah bisa memilikinya

 

 

Hari sudah menjelang siang dan satu menit yang lalu bel sekolah telah dibunyikan. Setelah sang guru membereskan buku-buku pelajarannya dan mengakhiri jam pelajaran dengan salam, para siswa pun langsung bergegas untuk keluar dari kelas menuju kantin untuk makan siang.

Namun, tidak dengan gadis berambut panjang setengah punggung itu. Ia menyenderkan kepalanya di atas meja. Menikmati ruangan kelas yang mulai sepi. Entah kenapa, ia cukup menyukai akan hal itu baru-baru ini.

Ia melihat dua siswa, laki-laki dan perempuan yang baru saja keluar dari kelas. Mereka adalah Jin Hoon dan Min Ji. Keduanya bersahabat sedari kecil hingga ditahun ketiga sekolah menengah sekarang ini. Persahabatan yang hampir tidak pernah absen membuat Min Yoo merasa iri.

Ia ingin memiliki hal seperti itu. Memiliki teman semasa kecil yang bisa selalu ada di sampingnya dan melewati setiap hal dalam hidupnya bersama-sama. Berbagi pengalaman bersama.

Namun, ia bisa apa ketika semua itu tidak ditakdirkan untuknya?

Min Yoo menghembuskan nafasnya kasar. Ia berharap dirinya memiliki sahabat semasa kecil, jadi ia bisa selalu mengajaknya ke kantin bersama-sama.

Gadis itu mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuknya, rutinitas yang hampir setiap hari ia lakukan ketika jam istirahat di sekolahnya berlangsung.

Dengan malas, ia mulai berdiri dari duduknya. Setelah dipikir-pikir, hanya berdiam diri di dalam kelas hingga jam istirahat berakhir itu cukup membosankan. Dan lagipula, perutnya pun membutuhkan asupan makan siangnya.

Ia berjalan keluar kelas setelah mengambil beberapa lembar uang dari dalam tasnya. Memasukkan kertas bernominal itu ke dalam saku baju seragamnya.

Sesampainya di kantin, ia mengambil makanan yang telah disiapkan oleh sang ahli gizi kantin setelah menyerahkan uang kosnya lalu berjalan menjauh sambil membawa nampan berisi makanan tersebut menuju meja yang mungkin kosong. Tapi, mungkin hari ini pun bukan menjadi hari keberuntungan baginya.

Semua meja di kantin siang itu telah terisi penuh oleh siswa yang lainnya, hanya menyisakan satu kursi kosong yang di sana ada guru Matematika yang mengajar kelas B-123. Kim Kibum seonsaeng-nim.

Mau tidak mau, ia pun berjalan menuju kursi tersebut. Meletakkan nampan makanannya dan duduk, tentunya setelah memberi hormat kepada gurunya tersebut beserta dua siswa lainnya yang berada di kursi seberang.

Min Yoo menyuapkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya dilanjutkan dengan sup serta daging sapi yang dimasak pedas dengan bumbu kecap itu. Menu yang disiapkan hari ini adalah menu favoritnya selama seminggu ini, tentunya ketika ia benar-benar berniat makan siang di kantin.

Setelah memasukkan beberapa sendok makanan ke dalam mulutnya, kemudian gerakan makannya selanjutnya terhenti ketika guru muda di sampingnya itu menanyakan hal ini.

“Di antara kalian apa ada yang mengenal Shin Min Yoo dari kelas C-223?” Ucap Kibum setelah mengakhiri makan siangnya dan menaruh peralatan makannya dengan sopan.

Penjelasan singkat, Kim Kibum adalah guru Matematika yang tampan, eh eh ralat, maksudnya hebat dalam bidangnya tersebut. Ia adalah guru termuda dengan IQ 200 yang pernah ada di sekolah ini. Usianya baru menginjak umur 21 tahun beberapa minggu yang lalu, sedangkan siswa-siwi yang dia ajar rata-rata berusia 17 tahun akhir. Gila kan? Memangnya dia melanjutkan S1nya berapa bulan sih? eh, berapa minggu?

Selain itu, pembawaannya yang selalu terlihat tenang namun keren itu membuatnya menjadi guru yang sangat ‘sesuatu’ ditambah pula penggemarnya di sekolah ini cukup banyak, terutama diantara para siswi. Dan dari kabarnya yang beredar, dia itu masih single!

Sudah, sudah… ini saja dulu yang perlu dijelaskan mengenai dirinya untuk saat ini.

Dua siswa yang berada di kursi seberang itu menunjuk Min Yoo menggunakan dagu mereka disertai deheman yang kemudian membuat Min Yoo menoleh ke arah keduanya.

Apa?

Ia bertanya-tanya dalam hati. Dirinya tidak mengerti kenapa Kibum tiba-tiba mencarinya padahal guru Matematika yang mengajar di kelasnya saat ini bukan dia.

“Apa benar, kau yang bernama Shin Min Yoo dari kelas C-223?” Ucap Kibum setelah menoleh dan sedikit menunduk untuk menyadarkan sang empunya nama.

Min Yoo mengangguk pelan lalu menoleh dan memasang wajah bertanya-tanya-nya. Ada apa? Apakah nilai matematikanya buruk hingga ia harus dicari sang guru master matematika di sekolah ini?

“Ada apa Anda mencari saya?” Ucapnya lalu meletakkan sendok makannya. Ia mulai khawatir dari sana.

Dua siswa yang tadi memberitahu tentang dirinya sudah melenggang pergi beberapa saat lalu dengan diakhiri bisik-bisik di antara keduanya. Mereka membicarakan sang guru matematika tampan yang mencari Min Yoo. Ada urusan apakah mereka? Kira-kira seperti itulah yang mereka bisikkan.

Min Yoo sedikit merinding ketika Kibum tersenyum begitu manis padanya.“Setelah menyelesaikan makan siangmu, datang ke ruanganku. Ada yang perlu dibicarakan mengenai nilaimu.”

Ia semakin merinding. Nah kan, benar… memang bab nilainya yang pasti buruk hingga masternya matematika di sekolah ini sampai mencari dirinya. Tamat saja kau Shin Min Yoo!

“Ya, baik” Balasnya yang kemudian di-iyakan sang guru yang kemudian melenggang pergi meninggalkannya.

Min Yoo menggaruk kepalanya frustasi. Makanannya masih tersisa setengah piring lebih. Selera makannya mendadak lenyap, padahal sebelum datang ke sini perutnya benar-benar terasa melilit.

.

.

Jam sudah menunjuk ke angka 2 lewat 57 menit, itu artinya dalam 3 menit ke depan bel akan dibunyikan dan kegiatan sekolah pun dibubarkan. Jam pulang sekolah akhirnya siap dirilis.

Seluruh siswa di ruang kelas C-223 itu telah bersiap-siap, beberapa di antaranya malah sudah memasukkan buku pelajaran mereka ke dalam tas dan beberapa lagi malah sudah bersiap menggendong tas punggung mereka. Padahal sang guru masih belum menyelesaikan materi yang tengah ia sampaikan saat itu.

Lain halnya dengan gadis bermarga Shin itu, ia masih memikirkan pembicaraannya tadi dengan Kibum di Kantin. Setelah dipikir-pikir ia semakin dibuat frustasi. Herannya, sebelum guru tersebut mencarinya ia merasa santai dengan hasil nilai ujian akhir sekolahnya nanti akan seperti apa. Tapi setelah pembicaraan yang berlangsung selama beberapa menit itu, membuat pikirannya jadi tidak tenang.

“Beberapa minggu lagi ujian SAT (ujian nasional) akan dimulai. Apa kau yakin tidak akan membenahi pengetahuanmu mengenai matematika?” kalimat pertama yang langsung diucapkan Kibum ketika ia baru saja duduk di ruangannya tiga jam yang lalu.

“Kau bisa gagal dan tidak lulus.”

“Jika kau mau, untuk beberapa minggu ke depan kita bisa bertemu untuk memperbaiki pengetahuan Matematikamu itu.” sarannya setelah dengan tidak sengaja mendoakan Min Yoo agar tidak lulus dan gagal di ujian SAT nanti.

Lamunan Min Yoo dibuyarkan oleh suara bel yang berbunyi nyaring selama beberapa detik. Sekolah hari ini akhirnya telah berakhir.

Min Yoo membereskan buku-bukunya, memasukkan perlengkapan alat tulis dan bukunya ke dalam tas. Lalu setelah sang ketua kelas memimpin salam, kelas pun menjadi riuh karena para siswa berhamburan keluar kelas.

Shin Min Yoo keluar dari dalam kelasnya bersama dengan yang lain, namun sesampainya di luar kelas pandangan matanya menemukan Kibum yang berjalan dari arah lain menuju tempatnya berdiri saat ini. Gurunya itu untung saja tidak melihatnya, jadi ia pun memutuskan berjalan secara mengendap-endap di belakang teman-temannya untuk keluar dari gedung sekolah.

Untung saja, ia tadi sempat janjian dengan In Soo dari ruang kelas B -123 untuk pulang bersama mengingat rumah mereka yang satu arah.

Ya Tuhan… rasanya seperti menghindari penjahat yang mengejarmu. Padahal hanya seorang guru matematika yang menyarankan sebuah metode untuk memperbaiki nilai matematikamu dengan cara melakukan bimbingan belajar setiap sepulang sekolah.

Akhirnya Min Yoo pun berhasil keluar dari gerbang sekolahnya dan menemukan In Soo yang telah menunggunya di sisi gerbang. Sayangnya gadis itu tengah bersama Kim Ryeowook, kekasihnya. Dan juga pria dingin yang baru-baru ini begitu menyebalkan, Cho Kyuhyun.

“In Soo-ya!” Teriaknya yang kemudian disambut lambaian tangan dari gadis berkepang itu.

Min Yoo berlari menghampiri tiga orang tersebut yang kemudian langsung disapa oleh tangan Kyuhyun yang mengobrak-abrik poninya dengan gemas.

“Ya!” Teriaknya kesal.

“Bisa tidak, tanganmu itu berhenti menyentuh kepalaku sehari saja?” lanjutnya semakin kesal karena Kyuhyun yang hanya terkekeh dan dilanjutkan dengan dua orang lainnya. In Soo dan Ryeowook.

Belum sempat kekesalannya itu menghilang. Ucapan In Soo yang keluar barusan membuat Min Yoo terkejut. “Kibum seonsaeng-nim, annyeong hasseyo~”

Entah kenapa Min Yoo tidak berani menoleh ke belakang. Yang ia lakukan selanjutnya adalah menarik tangan Kyuhyun dan memberi hormat secepat kilat kepada Kibum yang ada di belakangnya lalu buru-buru pergi.

Kyuhyun yang tidak tahu apa-apa itu hanya menurut saja sampai akhirnya mereka sampai di tikungan jalan sebelum penyeberangan.

“Kyuhyun, maaf. Aku meminjammu hari ini.” Ucap Min Yoo sambil sesekali menoleh ke belakang. Takut-takut Kibum mendadak mengejarnya bersama In Soo dan Ryeowook lalu menanyakan alasan mengapa dirinya lari seperti melihat penjahat.

“Memangnya ada apa? Sepertinya kau ketakutan sekali dengan Kibum seonsaengnim?” Ucap Kyuhyun meluruskan kebingungannya sedari tadi.

“Mulai besok, ajari aku matematika, ya?” Balas Min Yoo yang tidak mau membahas bab Kibum.

“Eh?”

 

Saturday Morning

6.22 AM KST

 

Alarm di kamar itu mulai berdering untuk membangunkan sang empunya yang masih nyaman bergelung di bawah selimut pink hello kitty-nya.

Hampir 3 menit berlalu dan suara alarm tersebut masih saja terus terdengar.

“Astaga… berisik sekali!” Kesal gadis itu dari balik selimutnya, kemudian meraba-raba ponsel touchscreen-nya setelah menemukan benda tersebut lalu dengan mata setengah terpejam jarinya menggeser tombol off pada layarnya yang berkedip-kedip.

Ia mendiamkan dirinya sejenak lalu bangun dari tempat tidur setelah itu dilanjutkan dengan duduk sebentar untuk mengumpulkan kesadarannya. Beberapa saat setelahnya, ia menggeser selimut yang ia kenakan tadi lalu turun dari tempat tidur dan bersiap untuk mandi.

Setelah semalam begadang mempelajari keseluruhan bab pelajaran Biologi sampai jam 1 malam. Karena kebetulan, hari ini ia akan mengikuti ulangan pelajaran tersebut jadi jam tidurnya pun terganggu.

Setelah selesai mandi, ia turun ke lantai bawah untuk sarapan dan bersiap-siap. Ayah, ibu serta adiknya sudah bersiap dan sedang menunggu dirinya di meja makan.

Ia menuruni tangga dengan terburu-buru hingga lututnya menyenggol kursi dan membuatnya mengadu kesakitan ketika sampai di bawah.

“Pelan-pelan, memangnya kau sedang terburu-buru untuk apa?” Ucap sang ayah setelah menerima salam darinya yang kemudian dilanjutkan dengan memberi salam pada ibunya.

Ia memasukkan dua potong telur gulung sekaligus ke dalam mulutnya hingga membuat dirinya menjawab pertanyaan sang ayah layaknya orang yang sedang berkumur.

“Eo, hari ini ada ulangan Biologi campuran.” Ulangnya dengan lebih jelas ketika makanan di dalam mulutnya sudah tandas.

“Appa, eomma.. aku berangkat ya!” teriaknya kemudian dilanjutkan dengan menyuapkan dua potong telur gulung lagi ke dalam mulutnya sekaligus di lanjutkan dengan mencium tangan kedua orang tuanya dan begerak tergesa-gesa memakai sepatunya.

Ia pun keluar dari rumah yang langsung di sapa dengan In Soo dan Kyuhyun yang sudah menunggunya di pinggir jalan depan rumahnya lalu berangkat ke sekolah bersama-sama.

.

Sampai di depan gerbang sekolah mereka tidak berjalan terpisah seperti biasanya mengingat ulangan Biologi kali ini dilakukan campuran oleh setiap 10 orang dari masing-masing kelas ke dalam satu ruangan. Mereka berjalan menuju ruang kelas yang sama untuk mengikuti ulangan tersebut.

Ryeowook bergabung dengan ketiganya sebelum sampai di depan pintu kelas yang kemudian disambut dengan gembira oleh sang kekasih.

“Kalian membuatku iri.” Gumam Min Yoo yang berjalan di depan Kyuhyun dan berdiri di samping In Soo.

“Kau bisa memulainya dengan Kyuhyun, dengan syarat kalau kau mau menjadi saingan gadis-gadis yang mengincarnya!” Seru Ryeowook dilanjutkan gelak tawa darinya.

Dua orang yang bersangkutan langsung berteriak bersamaan.

“Tidak akan!”

Yang kemudian semakin membuat entah itu Ryeowook ataupun In Soo puas menertawakan keduanya.

Mereka bertiga masuk ke dalam kelas dan duduk berurutan, di depan dan belakang. Min Yoo yang duduk bersebelahan dengan Kyuhyun di belakang meja Ryeowook dan In Soo.

Beberapa menit setelah itu bel pun berbunyi dan tanpa membuat siswanya menunggu lama, sang guru yang siap memberikan ulangan sudah masuk dari balik pintu kelas.

Guru tersebut memerintahkan seluruh siswa di kelas ini untuk menyiapkan peralatan yang diperlukan. Tidak lebih dari pensil, bolpoin, dan penghapus. Selebihnya tidak ada yang keluar dari dalam tas mereka.

Lalu sang guru menyuruh seluruh siswa untuk mengecek kolong meja masing-masing untuk mengeluarkan apa saja yang ada di dalamnya. Mengambil benda apa saja yang ada di sana lalu meletakkannya ke dalam bak sampah di ujung belakang ruangan.

Min Yoo mengeluarkan cukup banyak barang dari dalam kolong meja yang ia pakai. Bahkan siswa yang lain sampai menoleh ke arahnya, membuatnya merasa kesal. Bayangkan saja, di dalam kolong itu ada banyak sekali bungkus snack, botol plastik minuman instan dan bahkan roti yang masih tersisa setengah dengan jamur yang tumbuh di atasnya. Gosh… Jorok sekali!

Ia mengumpulkan semua barang itu dan menggenggamnya dengan kedua tangannya sekaligus lalu membawa sampah tersebut ke belakang untuk dibuang. Setelah memasukkan sampah itu ke dalam bak ia mengibaskan tangannya dan berbalik untuk kembali ke mejanya. Sampai akhirnya…

Ding Dong!

Ada guru Kibum yang baru saja masuk ke dalam kelas ini dan langsung berjalan ke belakang ruangan ini. Membuat dirinya mendadak merasa semakin sial.

Apakah dia berjalan menuju dirinya? Oh tidak, dia belum melihatnya kan. Ia pun buru-buru berjalan menuju mejanya lalu duduk dengan tergesa.

“Ya! Kenapa dia ada di sini?” bisiknya kepada Mi Soon yang ditujukan untuk Kibum.

“Kau tidak melihat pengumuman di group chat semalam?” balas In Soo dari depannya yang juga sambil berbisik.

“Apa?” Tanya Min Yoo kebingungan.

“Setelah ulangan Biologi, ada sedikit tutor darinya sampai jam makan siang. Kita akan membahas rumus-rumus matematika yang kemungkinan akan keluar saat ujian SAT nanti.”

“HAH!?” desahnya kelewat keras hingga membuat seluruh orang yang ada di ruangan tersebut menoleh padanya.

Merasa teriakannya barusan mengundang perhatian, ia pun meminta maaf sambil tersenyum aneh.

“Ya! Kenapa kau tidak mengatakannya saat berangkat tadi!” Bisiknya lagi setelah semua orang berhenti memperhatikan dirinya.

In Soo meliriknya sinis. “Kupikir kau sudah tahu.”

 

Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh~ desahnya frustasi hingga akhirnya ulangan Biologi pagi itu pun dimulai sang guru pengajar.

 

TBC…

 

 

Sedikit informasi, scene Kibum yang bikin Min Yoo kayak dikejar penjahat itu adalah sesuatu yang kudapatkan ketika tidur siang beberapa hari lalu yang akhirnya aku jadiin salah satu kasus di cerita ini hihi :v

See you, jangan lupa comment ya! 😀

 

Advertisements

One thought on “WAS YOU [Part 1]

Tinggalkan Balasan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s