Posted in Draft

DRAFT 1


“Kyuhyun, ayo kita putus”

Satu kalimat yang mengudara tersebut sontak membuat seluruh dunia Kyuhyun seolah baru saja diguncang oleh gempa bumi yang super kencang.
“Apa maksudmu?” Desis Kyuhyun setelah kesadarannya kembali. Ia was-was, jantungnya berdegup begitu hebatnya.
“Kita putus.” Ucap gadis itu sekali lagi, tegas.
Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Ia merasa kacau sekarang, saat ini juga hanya karena satu kalimat yang tidak lebih dari lima kata itu. Kalimat yang sukses menghancurkan hari bahagia milik Kyuhyun hari ini.
“Kenapa?” Kyuhyun frustasi.
“Kita tidak ada masalah sejauh ini… dan kita tidak sedang dalam masalah, tapi kenapa?”
Gadis itu menghela nafasnya panjang, lalu mengeluarkan sebuah kertas dengan sampul warna biru safir yang bagian depannya terdapat gambar dua pasang cincin yang dilayout sedemikian cantiknya.
“Aku akan menikah. Segera.”
Ucap gadis itu seraya menyodorkan kertas yang ada di tangannya ke hadapan Kyuhyun.
Kyuhyun melihatnya sejenak, lalu memutuskan untuk mengambilnya dengan jantung yang berdebar begitu hebat.
Pria itu membuka kertas tersebut dengan hati-hati, matanya mulai memanas dan jantungnya makin berdebar. Lalu, setelah lipatan kertas tersebut terbuka seluruhnya, ia tertegun. Matanya beralih untuk menatap gadis di depannya.
“Yoo…” gumamnya yang kemudian hanya dibalas dengan senyum mengembang dari bibir gadis tersebut.
Ia hendak meluapkan seluruh perasaannya dan berhambur untuk memeluk tubuh mungil gadis itu. Namun, kedua matanya kemudian menemukan pemandangan yang tidak asing. Itu pemandangan kamar di penthouse yang ia tinggali.
Jadi, dia hanya bermimpi barusan?
Kyuhyun diam sesaat lalu seulas senyum terbit dari wajahnya yang baru bangun dari tidurnya tersebut.
“Selamat pagi…” gumamnya setelah itu yang kemudian dilanjutkan dengan suara kekehan bahagia dari bibirnya.
Tiga puluh menit kemudian, ia sudah rapi. Setelan kemeja kerja dan jas mahal berwarna biru navy yang ia sampirkan di lengan kirinya.
Kyuhyun menggigit roti tawar dengan selai coklat yang berada di tangan kanannya hingga tersisa seperempatnya saja, lalu mengunyah pengganjal perut tersebut dengan senyum yang masih belum hilang dari wajahnya. Tak lupa, ia meneguk air putih segar yang baru saja ia keluarkan dari dalam lemari pendinginnya.
Setelah semua kegiatan rutin itu ia selesaikan –mandi, berpakaian rapi, dan sarapan-, ia pun siap untuk melanjutkan rutinitas kegiatan setelahnya. Bekerja.
Kyuhyun sudah berada di dalam mobilnya, dan sekarang mesinnya pun sudah ia hidupkan. Namun, ia merasa seperti melupakan sesuatu.
“Ah… ucapan selamat pagi!” Serunya yang kemudian mengeluarkan ponsel canggih miliknya dan mulai mengetikkan sebuah pesan untuk seseorang. Setelah selesai mengetikkan sebuah kalimat, ia pun menekan tombol send dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya dan bergegas menjalankan mobilnya.
Tiba di depan lobi sebuah gedung pencakar langit yang di depannya terdapat tulisan ‘Y.K Group’, ia pun keluar dan menyerahkan kunci mobil untuk diambil alih proses parkir pada petugas yang berjaga di depan gedung.
Kyuhyun merapikan jasnya sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam gedung tersebut.
Semua yang berpapasan dengannya pun tak luput untuk membungkukkan badan, memberi hormat padanya.
Ya, dia adalah pemilik perusahaan besar tersebut.
Advertisements

Tinggalkan Balasan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s