Posted in Lyric Story

중 (~ing)


Setiap kali aku teringat padamu, aku mengutuk diriku. Lalu, setelah itu aku akan merasa lebih baik. Aku menghapus segalanya yang membuatku mengingatmu, tapi tetap saja… ada begitu banyak kenangan di antara kita.

Bagaimana bisa kau memanggilku?
Memanggilku hanya karena kau memikirkanku dan semuanya kau akhiri dengan mengatakan, “Apa yang kau lakukan?” 

Aku melupakanmu, dan hatiku terasa sakit. Membencimu, lalu memaafkanmu…
Yang mana yang baik-baik saja? Cinta kita sudah berakhir dan aku kembali seperti dulu, kembali ke hari-hari di mana aku tidak mengenalmu.

Aku tidak akan mengatakan apa-apa, bahkan aku tidak akan terlihat bahagia saat melihatmu. Aku akan menghentikan suara detak jantungku yang terdengar di pendengaranku. Aku bahkan tidak bernapas dan semuanya kau akhiri dengan mengatakan, “Apa yang kau lakukan?” 

Aku melupakanmu, dan hatiku terasa sakit. Membencimu, lalu memaafkanmu…
Yang mana yang baik-baik saja? Cinta kita sudah berakhir dan aku kembali seperti dulu, kembali ke hari-hari di mana aku tidak mengenalmu.

Aku sudah cukup terluka olehmu. Tidak perlu memastikannya, aku sudah terluka. Aku tidak terluka karena merindukanmu tapi aku menangis karena aku hanya merasa kosong

Aku melupakanmu, dan hatiku terasa sakit. Membencimu, lalu memaafkanmu…
Yang mana yang baik-baik saja? Cinta kita sudah berakhir dan aku kembali seperti dulu, kembali ke hari-hari di mana aku tidak mengenalmu.
Kuharap aku tidak akan pernah mendengar suaramu lagi…

Advertisements

Tinggalkan Balasan...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s